Senin, 08 Juli 2013

Menyambut Ramadhon di 2013

Banyak hal yang akan berbeda untuk Ramadhan kali ini, pada tahun sebelumnya menjalankan puasa Ramadhan bersama teman-taman kontrakan. Untuk sekarang sudah ada tuntutan kerja, harus bertahan dalam keadaan melelahakan. Seculi do'a dari dalam hati "semoga diri diberikan kebahagian, keberkahan dan kemanfaatan dalam menjalankan"

Sebelumnya diri belum terikat pada sistem dunia kerja, namun juga tidak bebas karena masih bersetatus seorang mahasiswa, sistem pendidikan kampuslah yang mengikat diri. Namun kehidupan memang tidak pernah berhenti merasa tidak mampu, membandingkan dengan kehidupan sebelumnya dan berambisi untuk menjadi lebih baik, tetap saja sama untuk sekarang, cuma berbeda lingkungan dan kesibukan.


Ya... inilah kehidupan yang tetap berjalan meski manusia enggan untuk menjalankan. Semua sudah otomatis akan berjalan sendiri, tinggal memilih mana jalur yang akan di tempuh. Namun kehidupan juga mempunyai tujuan, tidak hanya mengalir dalam arus air berjalanya waktu, Manusia sendiri yang menentukan tujuan itu.

Ramadhon juga punya tujuan, tinggal pada setiap pribadi muslim memaknai. Ramadhon juga bisa menjadi permainan dan perbedaan, Permainan para pejabat terkait untuk mencari nama, permainan para pedagang untuk mencari keuntungan besar. Perbedaan pendapat antar golongan, perbedaan dalam ritual dan pendekatan, perbedaan landasan dalil yang dibenarkan dan banyak lagi...


Namun Romadhan bukan untuk itu dalam pikiran ceroboh, kwajiban puasa ramadhan agar setiap orang merasakan kesusahan orang lain yang tidak berdaya, minimal dalam segi lapar. Puasa untuk menahan semua yang dilarang, agar manusia menahan diri dari menguasai hak milik orang lain, menghapus nafsu serakah dalam menguasai segalanya....

Welcom Ramadhan....!!!

Selasa, 02 Juli 2013

Konstruksi Tujuan

Setelah membaca buku yang ada di usaha londry teman, dalam beberapa lembar yang saya simpulkan ternyata yang paling penting dalam perumusan kesuksesan adalah tujuan dan konsistensi dalam memegang tujuan tersebut. 

Memang manusia hidup harus mempunyai tujuan, dalam perjalanan apa pun jika seseorang tidak memiliki tujuan analogi sebuah kendaraan yang melaju tanpa arah dan tempat yang di tuju, asal jalan saja. Begitu pun dengan tujuan hidup perlu dibuat dan bagaimana kita akan mendapatkanya. 

Dalam beberapa kali penulis juga sempat merumuskan tujuan hidup dalam jangka waktu yang pendek yakni untuk harian. Sebatas apa yang bisa diselesaikan untuk esok, namun sayang beberapa kali juga tidak selesai.

Tapi sekali lagi tidak ada salahnya jika tujuan itu dibangun kembali dengan pondasi yang lebih kuat dan kerangkan yang kokoh. Supaya ketika menghadapi tantangan kehipan tidak mudah terbawah arus. 

Sebelum kuliah dulu penulis juga penah memiliki tujuan untuk berkuliah menjadi seorang penulis dan sekarang sudah terwujud, Menjadi seorang penulis dimedia online. Ada tujuan yang lain yakni bekerja menggunakan otak, tidak menggunakan tenaga, sekarang sudah sedikit terwujud, seorang penulis juga bekerja menggunakan otok, hanya sedikit tenaga yang di keluarkan.

Hari ini penulis kembali merumuskan tujuan tersebut. Tetap menjadi seorang penulis, membangun sistem kehidupan untuk menggangkant derajat ekonomi orang lain, jangka panjang menjadi guru dan mendirikan sekolah secara gratis membentuk siswanya menjadi generasi yang mandiri baik secara individu, ekonomi, politik dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi. 

Namun untuk tujuan satu tahun kedepan harus nikah terlebih dahulu karena sudah didahului oleh adik. Namun hal itu bukan kendala karena sebagai anak laki-laki harus merasakan apa yang dirasakan seorang ibu yang melahirkan. Untuk itu diri ini membantu ibu terlebih dahulu, menyelesaikan masalah adik.

Nekat dan Terpaksa

Hari ini mencoba untuk beberapa spkulasi mencari penghasilan tambahan. Sebab ulah pemerintah menaikan BBM menjadikan gaji yang biasanya cukup malah jadi pas-pasan. Bagaimana kaum pekerja akan sejahtera jika upah minimum dinaikan kemudian disambut hangat dengan kenaikan BBM yang berdampak pada kenaikan semua harga barang.

Hari ini penulis bertekan untuk mencoba mencari jalan dengan menjual barang otomotif yakni 9power, semoga menjadi jalan untuk mencari rizki yang halal dan tidak mengecewakan orang lain.

Sebelumnya beberapa rekanan usaha juga sudah dilakukan, mulai membangun websites kost-kostan. Memasarkan besi, memasarkan obat pertanian, jual beli letop dendengan dan sebagainya. Cukup panjang jika semua dituangkan dalam ketikan blog ini.

Sekarang kehidupan penulis singgah di dermaga otosia.com, sebuah situs otomotif untuk bertahan hidup tanpa menggantungkan keuangan dari orang tua. Dermaga ini terlihat sebelum penulis lulus, informasi dari jejaring sosial yang memberikan rambu dan arah dermaga ini.

Semoga tetap dijagakan hati bukan tertekan dalam menjalani meratapi garis kehidupan .....


Rabu, 19 Juni 2013

Adiku Akan Nikah Terlebih Dahulu

Pernikahan bukan sekedar menyatukan diri kita dengan pasangan, pernikahan adalah penyatuhan dua keluarga yang berbeda. Ketika diri sudah meniatkan diri untuk melangkah menuju bejana terpisah dari sang ayah dan bunda, disitulah letak penentuan diri, mandiri seutuhnya.

Adik ku yang selama ini jauh di wilayah sebrang, sudah lima tahun kita tidak satu tempat tenyata dia lebih berani untuk menyegerahkan keputusan itu. Sejak bersama dalam satu naungan asrama dia masih pendiam dan lugu, menurut apa yang menjadi nasehat orang tua, menerima saran sang kakak. Namun perubahan luar biasa ketika dia mulai mencitai dan menyukai seorang yang ia yakini menjadi tulang rusuknya...!!

Ia lebih berani mengambil keputusan, untuk menyegerahkan menjalin hubungan keluarga, meski usianya tiga tahun dibawah kakaknya yang sampai hari ini belum mendapatkan pacar dan calon yang sesuai.

Tapi aku akui dia memang berani, di saat masih mengeyam pendidikan perkuliahan dan pesantren, dia maju untuk segera mempersunting anak orang. Bagaimana pun sebagai kakak akan tetap mendukung apa yang dilakukan sang adik selama itu masih dalam jalan kebaikan.

#----#
Curhatan ibu yang ku dengar melalui spiker telepon genggam, sempat menyengat hati, "Adikmu minta lamaran, ibu kesulitan biaya" ungkap ibu dengan nada bingung. Sambil menenangkan diri aku menjawab, "kronologinya gimana?" ibu lanjutkan ceritanya dari awa sampai akhir. Mulai dari tingkah adik yang sudah berani membawa pacarnya ke rumah, sampai pada permintaan calon mertua adikku yang minta segera melamar anaknya. Cukup panjang ku dengar.

Meski telinga sudah terasa panas, namun berbicara dengan orang yang telah melahirkan kita harus rela melakukan segalanya. Rasa telinga panas itu hanyalah karena sebuah emosi, emosi atas kurang mampunya diri untuk menerima yang terjadi. 

"Bunda adalah segalanya" ungkap hati yang paling dalam.

Sampai pada titik kesimpulan untuk meringankan beban ibu, "jalani saja masalah teknis nanti saya yang ngatur" ungkapku sebagai anak laki-laki yang sudah saatnya membalas peluk hangatnya dengan ungkapan yang melegahkan hatinya.

Setelah menutup telepon, pikiran mulai menyabang kemana-mana, mencari celah jalan dan mengumpulkan segala informasi agar semua bisa berjalan dengan lancar. Masih banyak yang belum bisa aku ungkapkan dengan tulisan ini........(PR)

Pikiranku kacau bukan karena adik telah mendahului untuk menikah, namun pikiranku kacau memikirkan bagaimana kebingunggan bunda.....

Maafkan anakmu yang satu ini belum bisa disampingmu untuk menyelesaikan semua. Anakmu di kota rantau untuk bekerja juga untuk kemandirian diri  dan belajar membalas kasih sayang keluarga.

"Pangestu ipun buk".. ungkap dalam hati, teriring do'a semoga semua dimudahkan dalam menjalani.. Amien..


Bersambung..

Pulsa Murah Untuk Segala Kartu Cip

Kamis, 13 Juni 2013

Berkencan dengan Malam

Pemuda harus perkencan dengan malam
Agar menikmati kebahagiaan bisa bertahan

Demi kecintaan entah keterpaksaan
Namun inilah kenyataan
Semua harus dilaksanakan

Untuk menjemputl esok yang juga demikian
Tapi ini juga yang harus dilakukan
Meski badan tiada kemampuan
Semua hanya untuknya, atas kwajiban dari apa yang sudah diucapakan

KL, Malang 13/06/2013