Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel. Tampilkan semua postingan

Jumat, 03 Januari 2014

Kopi Hitam Kehidupan





Ya inilah kehidupan, ada gelisah dan ada bahagia, layaknya secangkir kopi hitam, ada pahit dan manis. Ketika perpaduanya pas dan kita bisa menikmati maka kenikmatan akan kita rasakan dalam hidup.


Begitu pula sebaliknya ketika ada yang kurang pas maka pastinya akan berkurang kenikmatan tersebut, terlalu pahit atau tertalu manis juga tidak enak.

Kemudian siapa yang meracik kopi kehidupan kita, si penyeduh dan peracik kehidupan kita, ya dialah sang penggerak semesta beserta isinya, tak mungkin ada yang kurang pas, carikan tersebut pastinya sudah disesuaikan dengan kebutuhan kita, tinggal bagaimana kita menikmati kopi kehidupan tersebut.

Ketika kira kurang bisa menikmati dan mensyukuri kopi kehidupan, maka ada ketidaknyamanan. Kopi terlalu panas untuk segera dimunim, hidup tergesah-gesah dalam ambisi, atau dengan air dingin yang menggambarkan kemalasan hidup. Ya bakal kurang pas kenikmatanya, dalam menikmati kopi itu.

Caranya, dengan perlahan sedikit-sedikit kita tuang dalam bejana yang disebut "lepek" kemudian biarkan agak dingin, baru kita minum, sungguh cukup nikmat rasanya. Sama dengan menjalani hidup ini perlahan tapi pasti, istirahat cukup, ibadah teratur dengan penuh syukur.

Bisa juga kita samakan dengan bekerja dan berkarya sedikit demi sedikit kita tuangkan hasil pikiran menjadi karya tersendiri, menghasilan jalan untuk mendapatkan rizki kenikmatan finansial, persaudaraan dan kebaggan hati bisa berbagi.

Apalagi jika ngopi kehidupan dilakukan tidak sendiri, bersama beberapa orang, dengan canda tawa, bercengkrama dan sharing informasi keilmuan, justru menjadi kenikmatan lebih dalam kita menikmati secangkir kopi kehidupan ini.

Analogi ini sama halnya dalam kehidupan ini kita bisa berbagi dengan orang lain, menghibur hati mereka yang sedang berselimut kesedihan, memberi informasi mereka yang membutuhkan, canda tawa dalam cengkrama persaudaraan, berbagi sedikit penghasilan dengan traktiran.

Dalam kopi hitam kehidupan kita juga butuh pengabdian, kita butuh berbagi, kita butuh menyayangi dan cintai, kita juga butuh rasa bangga sebagai ekpresi dan pendorong diri untuk berkarya.

Penulis: Cairudin


Jumat, 27 Desember 2013

Singa Pekerja, Tetap Menjadi Raja Dimana Ia Ada

Rasa tidak nyaman dalam pekerjaan pasti ada, rasa tidak terima dengan hasil yang di kerjakan apalagi, lebih membosankan, kemudian ditambah dengan hasil kerja yang dinikmati oleh "bos", justru lebih menggerogoti hati.

Ya inilah resiko nasib seorang pekerja yang menjual tenaga dan pikirannya untuk perusahaan, Ya jalan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya harus dijalani meski beban berat harus ditanggung. 


Masalah gaji yang selalu kurang pasti menjadi salah satu kendala untuk tidak terima, kemudian belum lagi jika persaingan antar sesama pekerja, saling cari muka didepan "Bos".

Ah, itu bukan tipe ku. Dalam kondisi seperti ini saya harus terus belajar dan berusaha untuk menyikapi semua dengan kedewasaan pikiran, tidak hanya peduli pada perasaan ketidakterimaan yang selalu menggerogoti. Bukan berarti lari dari masalah, tapi bagaimana kita berfikir lebih maju.

Masalah gaji memang jauh kita dengan para, pejabat diatas kita kususnya para pemilik perusahaan, masalah pekerjaan, porsinya pasti lebih banyak kita yang jadi bawahannya. Itu sudah hukum rimba kehidupan.

Namun, Singa tidak akan menjadi raja hutan jika ia tidak berada dirimba yang kejam. Singa akan menjadi babu dan binatang hiburan ketika berada disirkus dan penjara kebun binatang. Sama halnya kitika sesorang menjadi Singa dilingkungan sebelumnya, dan justru menjadi manusia hiasan untuk menghibur banyak orang.

Singa tetap akan menjadi buas dan raja di lingkungan mana pun ketika dia tetap menunjukkan taring dan karakternya sebagai raja rimba. Dan Singa tersebut juga bisa menaklukan lingkungan barunya dengan raungan dan karakter buas yang ia miliki, orang tidak akan mempermainkannya. Jika Singa tersebut berhasil mempertahankan karakternya dilingkungan baru tersebut, maka ia akan tetap menjadi raja di rimba baru yang modern.

Disinilah seorang pekerja yang hanya menjual tenaga dan pikirannya harus menjadi Singa di lingkungan barunya. Tetap mempertahankan karakter dan tujuan awal ia bekerja, tak peduli gaji masih pas-pasan, tak peduli cacian dan cibiran beberapa orang, yang penting mempertahankan karakter untuk terus berkarya, menunjukan taring -taring kreatif dalam pekerjaan diluar tugas yang sudah diemban.

Menyikapi persaingan sesama teman pekerja, menjadi persaudaraan, suatu saat saingan ini bisa jadi rekan untuk bekerjasama, dan tidak menuntut kemungkinan, "Bos" juga akan menjadi rekan kerja.

Jadi bagaimana keadaannya, sekarang tetap tunjukkan diri dalam bentuk karya-karya yang bisa dilakukan semampunya, dan pantang menyerah, sebelum tujuan tergapai. Dan pada titik tertentu akan ketemu sama "bos" jika mereka mau bekerjasama dengan karya yang kita punya.

Dan kelemahan seseoarang seperti saya adalah tergiur hal baru, satu belum selesai dengan hasil yang memuaskan sudah pindah pada bidang yang lain. Untuk sekarang tubuh yang hina ini harus tetap istiqomah untuk berkarya, berbagi informasi kepada semua, dengan niatan yang lebih mulia. "berbagi" tidak hanya sebuah karya yang menghasilkan keuntungan finansial, tapi juga persaudaraan yang menghasilkan persaudaraan, pendidikan kepada yang lain, untuk memberi jalan kebahagiaan.

Semangatlah Singa pekerja, Tunjukan taringmu pada saat yang tepat, jangan ceroboh dan tergesah-gesah, karena sang majikan bisa saja melumpuhkan mu dengan cara membiusmu dan memberikan kenyaman, pekerjaan dan fasilitas yang ada. Tetaplah diam Wahai singa pekerja, ketika waktunya sudah pas disitulah, tunjukkan taring garangmu.

Minggu, 25 Agustus 2013

Kejelasan dalam Konsistensi Tulisan

Kepuasan seorang penulis adalah ketika tulisanya dibaca banyak orang, mampu memberikan kemanfaatan bagi yang lainnya, meski hanya sebuah kata. Namun kadang  hal ini justru melupakan sang penulis untuk terus berkarya.

Kebanggaan dan kepuasan ketika sebuah tulisan banyak yang share, koment positif, dan like, meski sebuah royalti belum dicapai. Hal-hal seperti ini yang kadang membuat seseorang berbangga diri, pauas dengan apa yang telah dicapai, padahal yang demikian itu justru malah, seperti menggali kubur pikiranya sendiri.

Jadi bagaimana pun keadaanya, tulisan sepi pembaca atau banyak yang sukaa, bahkan tulisan banyak cacian dan makian, tetap saja harus menulis. Sama halnya dengan orang yang berdagan, terus berdagang waktu rame, sepi, bahkan merugi, karena disitulah sebuah keberlangsungan dalam bahasa agamanya istiqomah.

KL-1 25 Agustus 2013

Jumat, 23 Agustus 2013

Menyapa Pagi dengan Niatan Bersih


Awali membuka mata, menyapa mentari, menghirup sejuknya pagi...
Lirih hati berbisik "semoga kehidupan menjadi peribadatan, mengapai kemulyaa disi Sang pencipta alam" .....

pagi all semoga penguasa mentari bahagiakan hati semua....

Mengawali membuka mata seharusnya diniatkan untuk menjalani kehidupan ini dengan baik, agar semua aktifitas yang dijalani menjadi amal ibadah untuk mendapat keridoan Alloh ta'ala.

Tidak hanya satu niat sebanyak-banyaknya hati bisa berniat untuk kebaikan, karena berniat saja itu sudah merupakan amal ibadah. Selain itu niat juga merupakan sebuah target yang akan diselesaikan, disamping itu sebagai perhiasan dalam menjalani kehidupan.

Seperti halnya:
1. Niat membuka mata untuk melakukan ibadah
2. Niat bangun untuk bekerja, berbagi kemanfaatan dan mencari nafkah keluarga
3. Niat beraktifitas untuk menjalankan kwajiban
4. Niat menemui siapa saja untuk silaturrohim
5. dan banyak lagi niat yang bisa kita ukir dalam hati.....

Yang terakhir....Niatkan Semua Untuk Menggapai Ridho_Nya

Semoga mampu diamalkan khususnya penulis, menjadi kemanfaatan informasi bagi yang lainnya, menjadi berkah untuk diamalkan oleh mereka...Amiin.

Menulis Itu Mudah


Sebenarnya menjadi seorang penulis tidak lah sulit dan juga tidak mudah. Namun agar lebih mudah maka kita buat mudah saja.....

Menulis menjadi mudah karena mulai sejak masuk sekolah kita sudah diajari menulis, dan dalam setiap hari secara tidak langsung kita memiliki rutinitas menulis yakni SMS....

Kadang ada yang bilang menulis itu sulit dalam mengarang!, menulis tidak harus mengarang, menulis apa adanya sesuai dengan apa yang ingin ditulis justru lebih mudah, tidak ubahnya kita upadate status di FB dan Twett....


Ada yang bilang, dalam menulis susah memilih kata, pada hal dalam setiap hari kita juga sudah berkata-kata. Ya gunakan kata apa adanya dan yang kita mengerti jangan mengada-ada yang justru sulit dipahami.....

Kesulitan mencari bahan, bahan untuk menulis itu cukup banyak apa-pun bisa kita jadikan bahan, cuma bahan tersebut menarik atau tidak itu yang menjadi sedikit sulit, tapi tidak akan sulit jika kita ambil yang sebebas-bebasnya. Tema atau topik apa saja yang kita tahu kita tulis....., nongkrong, makan, pacaran, dan banyak lagi keseharian yang bisa ditulis.....


Kebuntuhan, tidak ada kata buntuh... seorang penulis senior dalam bukunya pernah menuliskan, "jika mengalami kebuntuhan, tulislah kebuntuhan tersebut".... jika sudah semikian tidak ada alasan kata butuh dalam menulis...

Malas, ini yang belum ketemu solusinya, tapi ketika sebuah tulisan banyak dibaca, dishare, dan like. Akan ada sebuah  rasa istimewa, merasa bangga dan berarti bagi yang lainnya, meski kadang berupa cacian dan makian..
Kalau mau di manfaatkan cacian dan makian tersebut pun bisa menjadi bagian dari bahan tulisan....



Jika masih ada diluar itu semua semoga bisa dibagi-bagi juga.... jika masih belum di ketahui juga...wallohu a'lam...

Selamat berkarya, mulai saja, lama kelamaan juga akan ada hasilnya.... yang agak sulit adalah konsisten dalam menulis.... semoga kita semua khususnya penulis bisa istiqomah dalam menulis (apa pun itu)...
berbagi informasi dan kemanfaatan....
Sang Editor...
Kantor KL1, Jumat 23 Agustus 2013

Senin, 05 Agustus 2013

Maaf dalam Bebas Lepas dan Iklas Idul Fitri 2013

Idul Fitri merubakan sunah yang  menjadi budaya dalam masyarakat islam Indonesia. Siapa pun harus mudik untuk sekedar beberapa hari berkumpul keluarga khususnya orang tua. 

Mereka yang dalam rantau luar negara dan luar negeri pun pulang, hanya demi satu perayaan ini, Idul Fitri. Sama, penulis yang sedang merantau di kota orang ini tar sore juga berencana untuk pulang kekampung halaman. Meski hanya beberapa hari namun hal itu serasa menjadi keharusan. 



Meminta maaf kepada orang tua, meski dilain hari tanpa idul fitri meminta maaf kepada mereka juga bisa. Namun sekali lagi adat dan budaya masyarakat kita yang begitu kental dalam melaksakan perayaan ini. 



Hadirnya Idul Fitri tahun 2013 ini juga akan memberikan hikmah, seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Setiap orang akan saling memaafkan antara satu dengan yang lainya, khusus dalam keluarga dalan lebih spesial lagi untuk kedua orang tua.

Memohon maaf kepada orang tua hanyalah secuil pengabdian, setetes rasa horman, butir rasa patuh. Hal ini jika kita bandingkan dengan yang selama ini mereka berikan kepada kita sebagai anak.



Di luar perayaan ini orang akan enggan meminta maaf, meski memiliki banyak kesalahan. Terkadang merasa malu untuk mengakui kesalahan, merasa dirinya sudah benar tidak perlu untuk diingatkan lagi.

Padahal dalam hubungan manusia kata maaf bukan berarti kerendahan atau kehinaan terhadap diri sendiri. Dengan kata maaf itu pun derajat seseorang akan besar sebab kerendahan hati yang dimiliki, layaknya air suci nan jernih akan semakin dijaga, berbeda dengan air kerus meski suci.


Semoga dengan momentum hari raya Idul Fitri ini kita bisa membersikan hati dengan memngucap maaf secara lisan dan mengiklaskan kesalahan dalam hati, melepas ingatan mereka yang pernah menyakiti, membebaskan diri dari rasa dengki, semua terlepas dan terbang dalam awan bebas kata maaf, mencapai langit-langit pengharapan ampunan tuhan, demi curahan hujan keridhaan sang maha penguasa semesta...

02.44 wib, 06 Agustus 2013
Kantor KL Blok A1 Malang

Minggu, 04 Agustus 2013

Komitmen Seorang Penulis

Menjadi seorang penulis bukan sekedar pekerjaan, bukan hanya sebuah tempat untuk mencurahkan hasil pikiran. Penulis seorang yang memiliki kemampuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan apa yang menjadi tujuanya.

Menjadi penulis atau seorang jurnalis memang tidak hanya sekedar memiliki kecepatan untuk merangkai kata menjadikan sebuah tulisan dalam bentuk rangkaian kalimat dan paragraf. Namun menjadi seorang penulis itu juga mudah dan menyenangkan, mudah karena menulis merupakan kesenangan tersendiri sama seperti hobi dan seni. Menulis akan lebih menyenangkan ketika mampu memberikan kemanfaatan dan kebahagiaan bagi orang lain.


Memang menulis tidak mudah dilakakukan bagi kebanyakan orang, tapi siapa saja bisa membuat tulisan, sebab menulis hanya butuh pembiasaan. Sebagaimana seorang seniman, olah ragawan, musisi dan sebagainya. Karena terbiasa itulah menulis itu menjadi mudah, dan segala profesi dan hobi itu juga demikian, ketika kosisten dalam melakukan pekerjaan tersebut akan semakin mudah dan terbiasa. 


Hal ini bisa dianalogikan anak kecil yang sedang belajar mengendarai sepeda, terjatuh dan terus ingin belajar itu pasti ditemui, namun ketika terjatuh pada kesalahan dan menjadi trauma, kemudian enggan melakukan lagi justru menjadi masalah dan tidak akan bisa. 



Dalam melakukan apapun ketika melakukan kesalahan itu wajar, cacian, ketakutan dan kekhawatiran itu sudah menjadi bagian dari proses belajar tersebut. Ketika mengalami salah boleh kita berhenti untuk mengistirahatkan diri, kemudian ketika sudah sedikit lega dan trauma itu terkikis, mulailah kembali untuk terus belajar.

By: Akhmad Khoirudin
04 Agustus 2013
Kantor di Kapanlagi A-1

Berbalik, Komunitas Otomotif Jadi Ormas

Keadaan ormas seakan berbalik, sekarang yang terlihat aktif dan terpublikasi dalam media adalah organisasi-organisasi kecil dalam membatu masyarakat, mulai dari buka bersama anak yatim, posko mudik, sahur on the road dan sebagainya.

Kegiatan-kegiatan ini lebih banyak digawangi oleh para aktifis di otomotif, dalam paparan media. Belum tahu untuk para ormas keagamaan, apakah juga melakukan demikian...!!


Entah apa yang melatar belakangi, perubahan ini, setiap komunitas otomotif justru lebih bangga ketika kegiatan mereka dipublikasi oleh media. Berbeda dengan Ormas ketika di publikasi oleh media mereka justru malah tidak "PeDe". 

Faktor apa yang melatar semua?, Semoga tetap menjadi Hikmah Ramadhan.

Jumat, 02 Agustus 2013

Ramadhan Tanpa Arti

Ramadhan memang hari yang penuh berkah, namun banyak orang yang salam mengartikan berkah, justru kearah sia-sia. Ramadah justru banyak mengelurakan uang, banyak makanan tersia-siakan, banyak mereka yang bermalas-malasan. Semua dengan alasan mencari berkah puasa, berkah bulan suci yang banyak pahala berlimpah.

Namun apakah demikian yang dinamakan Ramadhan, apakah kesia-sian yang harus dilakukan beberapa orang, bukankah hal itu juga bertentangan dengan makan dari puasa itu sendiri. Bukankah berpuasa berarti menahan namun dalam keadaan justru malah sebaliknya, lebih banyak pengeluaran kesana-kemari.

Senin, 15 Juli 2013

Sadar Kaum Penjual Tenaga


Tidak banyak yang bisa ditulis untuk hari ini hanya sekedar, menuangkan tulisan kesepian....


Sang pekerja tidak akan pernah selesai menjadi pekerja sampai ia mati, namun untuk siapa dia bekerja...!!!(letak sepi)

Sang pekerja ketika ingin memiliki rumah yang sangat sangat sederhana ia harus bekerja selama 10 tahun tanpa dipotong biaya makan, minum, tempat tinggal, pakaian dan sebagainya, 15 juta dalam satu tahun....

Kemudian jika dipotong biaya makan minum san sewa tempa itnggal maka butuh waktu 30 tahun bekerja untuk memiliki rumah dengan sangat-sangat menerima apa adanya..... kemudian jika sekarang usia 25-30 tahun baru bekerja... maka akan memili rumah pada usia 55-60 tahun mendatang...

miris dan tragis tapi hal ini realistis.... sadarlah kaum pekerja ..!!

Belum lagi pertentangan logika pemegang kuasa dan sang jelatah, Pemegang kuasa dengan upah minimum regional UMR masyarakat sudah cukup dan sejahterah.

Selasa, 09 Juli 2013

Perbedaan adalah Kekayaan

Perbedaan penentuan awal Ramadhan merupakan suatu rahmat, itu bukalah aib yang harus ditutupi asalakan semua saling memahami. Sebab pada dasarnya semua memiliki landasan dan keyakinan masing-masing. 

Inilah kultur  Indonesia secara dasar dan embrio nenek moyangnya juga sudah beragam, tak perlu diperdebatkan, asal tidak menyakiti yang lain dan yang lain mampu memahimi silakan dijalani. Inilah kehidupan manusia, bukan robot yang bisa disetting untuk melakukan pekerjaan sesuai kehendak majikan.


Indonesia sudah beragam, perbedaan adalah kekayaan yang kita miliki, pelangi tidak akan indah jika tidak memiliki banyak warna, Taman bunga tidak akan indah jika tidak memiliki banyak ragam warna dan jenis. Semua bisa bersanding untuk hidup memperindah tatanan kehidupan.

Selamat menjalankan Puasa Ramadhan....!!

Senin, 08 Juli 2013

Menyambut Ramadhon di 2013

Banyak hal yang akan berbeda untuk Ramadhan kali ini, pada tahun sebelumnya menjalankan puasa Ramadhan bersama teman-taman kontrakan. Untuk sekarang sudah ada tuntutan kerja, harus bertahan dalam keadaan melelahakan. Seculi do'a dari dalam hati "semoga diri diberikan kebahagian, keberkahan dan kemanfaatan dalam menjalankan"

Sebelumnya diri belum terikat pada sistem dunia kerja, namun juga tidak bebas karena masih bersetatus seorang mahasiswa, sistem pendidikan kampuslah yang mengikat diri. Namun kehidupan memang tidak pernah berhenti merasa tidak mampu, membandingkan dengan kehidupan sebelumnya dan berambisi untuk menjadi lebih baik, tetap saja sama untuk sekarang, cuma berbeda lingkungan dan kesibukan.


Ya... inilah kehidupan yang tetap berjalan meski manusia enggan untuk menjalankan. Semua sudah otomatis akan berjalan sendiri, tinggal memilih mana jalur yang akan di tempuh. Namun kehidupan juga mempunyai tujuan, tidak hanya mengalir dalam arus air berjalanya waktu, Manusia sendiri yang menentukan tujuan itu.

Ramadhon juga punya tujuan, tinggal pada setiap pribadi muslim memaknai. Ramadhon juga bisa menjadi permainan dan perbedaan, Permainan para pejabat terkait untuk mencari nama, permainan para pedagang untuk mencari keuntungan besar. Perbedaan pendapat antar golongan, perbedaan dalam ritual dan pendekatan, perbedaan landasan dalil yang dibenarkan dan banyak lagi...


Namun Romadhan bukan untuk itu dalam pikiran ceroboh, kwajiban puasa ramadhan agar setiap orang merasakan kesusahan orang lain yang tidak berdaya, minimal dalam segi lapar. Puasa untuk menahan semua yang dilarang, agar manusia menahan diri dari menguasai hak milik orang lain, menghapus nafsu serakah dalam menguasai segalanya....

Welcom Ramadhan....!!!

Jumat, 24 Mei 2013

Memburu Penipu Online

Kemarin mecoba hanting untuk melihat-lihat harga motor skuter Vespa, mungki ada harga murah dengan kualitas yang baik di tokobagus.com. Tenyata malah menemukan indikasi seorang penipu. Beberapa akunnya memang dipasang KTP hasil scaner ternyata ketika penulis googling, ketemu dech, gambar KTP tersebut milik sebuah blog.

Dengan perasaan cukup senang pengiklan penulis hubungi Via SMS. Beberapa saat kemudian dia membalas minta untuk di telepon.Penulis kemudian mencoba untuk menelepon dan trasaksi dimualai tawar-menawar harga. Akhirnya nominal 2,5 juta disepakati untuk Vespa PX150 yang kondisinya masih sangat mulus, jika mengacu dari gambar iklanya.




Namun ada sebuah model transaksi yang cukup mengherankan. Sulit untuk dinalar namun memang demikian. Dia seperti orang yang antusia menjual barangnya menunjukan identitas asli tapi palsu. Maksudnya KTP yang dia pasang Asli bukan miliknya, alias hasil Googling juga hehehe.



Untuk par Vespes hati-hati dengan iklan yang demikian. jika mau trasaksi mendingan langsung temui dan lihat kondisi barangnya secara langsung.

Kamis, 16 Mei 2013

Wisuda, Buat Apa?

Banyak yang menggap, Wisuda sarjan merupakan hal yang sangat sakral dan semua harus di ikuti dengan hitmad serta melibatkan orang tua. Melalu beberapa prosesi dan sumpah sarjana, mereka dinyatakan sebagai orang yang telah memiki tambahan tiga huruf dibelakang namanya, memang ada yang cuma dua huruf.

Sebuah prosesi yang melibatkan kedatangan orang tua dan menjadi kebanggan bagi mereka yang menemukanya. Tapi bagi "mahasiswa ini" semua itu hanya hal melelahkan, menghabiskan banyak biaya dan membuat keluarga yang datang terlantar sia-sia.


Teringat dengan penulis novel tanpa bangku sekolah yang memaparkan, kejenuhan, kebosanan, kesia-sian, dan kegelisahan dalam bangku sekolah formal. "buat apa sekolah hanya sekedar untuk mendapatkan selembar kertas Ijazah, kemudian kesana kemari mencari lowongan kerja, mendingan gunakan waktu sekolah untuk terus belajar dan menulis". Ini salah satu ungkapan yang penulis ingat saat membaca novel tersebut.

Kemudian ada satu kalimat yang belum terlupakan "Kalian lulus dari sekolah akan menenteng selembar kertas Ijazah, dan pada waktu itu Aku (penulis novel) akan membawa karya untuk kalian". Sebuah kalimat yang cukup mempengaruhi alam bawah sadar bahwa pendidikan itu penting.

Kalimat ini bagi pembaca bisa memiliki dua kemungkinan, malas untuk sekolah dan menyia-nyiakan waktu untuk terus belajar. Kemudian yang kedua pembaca bisa tertantang untuk terus belajar dan membuktikan dirinya juga mampu untuk menghasilkan sebuah karya.



Dari sini akhirnya muncul niatan penulis untuk membuat sebuah karya berbentuk buku, entah itu novel atau karya ilmiah yang lainnya, namun sayang semua belum terwujud. Kumpulan puisi yang sudah tersusun menjadi buku dan dikirim ke dua penerbit juga belum ada tanggapan. Kemudian novel dari kumpulan cerpen sudah tersusun menjadi beberapa halaman juga hilang karena lost partisi hardisk. Yang terakhir kumpulan tulisan analisis dan pengamatan pribadi yang kurang sepuluh hari ingin dicetak sebagai kenang-kenangan wisuda, memorinya kena viru dan tidak bisa dibuka, akhirnya file hilang.

Penulis memang belum mampu untuk menghasilkan sebuah buku yang bisa meminimalisir kecewa pada pendidikan formal "KAMPUS" namun semua memang sudah menjadi rantai yang rumit permasalahan komersialisasi pendidikan, oknum, budaya dan sebagainya.

Kecewa itu juga karena kampus belum mampu menunjukan mahasiswanya kepada dunia sejahtera dan mandiri sesuai dengan kurikulum yang telah diprogramkan. Dan pada intinya meski telah menjadi sarjana masih menjadi penggaguran.


bersambung

Selasa, 07 Mei 2013

Siapa yang Bertanggung Jawab Pada Para Sarjana

Sarjana diciptakan bukan untuk menjadi pekerja dengan upah murah atau pengangguran. Kami sudah menghabiskan banyak biaya untuk bisa mengenyam pendidikan dibangku Universitas, namun apa hasil semua, Haruskah kami menjadi para pekerja dengan gaji UMR bahkan dibawahnya, dengan puluhan lamaran yang tidak ada ujung jawaban.

Memang permasalahan bangsa kita cukup kompleks, tidak hanya para sarjana yang kebingungan dalam mencari pekerjaan yang sesuai denga bidang yang sudah di geluti. Tapi hal itu adalah masalah kami sekarang ini. Setelah Prosesi wisuda ini, harus kah kami mengemis kepada para perusahaan dan lembaga lain untuk diberikan pekerjaan. 

Ketika kami dianggap tidak berkualitas sehingga tidak mampu memperoleh pekerjaan yang layak, berarti dimana kualitas dan tanggung jawab penyelenggaraan pendidikan selama ini. Sehingga kami menjadi seperti ini. 

Jika kami menjadi pengganguran atau sampah intelektual siapa yang akan disalahkan?. Namun kami tidak akan menyalahkan siapapun, tapi kami menuntut kepada siapa saja yang bertanggung jawab menjadikan kami seperti ini. Mulai dari kampus sampai pejabat pemerintah yang menyelenggarakan sistem dan tatan bernegara. Jangan hanya menjual slogan kampus dengan mencetak generasi yang seperti ini dan demikian atau seperti itu. Tapi yang patut dipahami bersama sarjana yang mencetak adalah kampus dengan fasilitas pemerintah, dimana tanggung jawab kampus dan pemeritah setelah kami sampai disini??

Untuk itu kami menuntut kepada Birokrasi kampus dan pemrintah

1. Berikan pekerjaan yang sesuai dengan kemampuan dan dengan gaji yang layak.
2. Ciptakan pendidikan yang berkualitas dan hapus segala bentuk komersialisasi pendidikan.
3. Hapus sistem kerja kontrak, dan berikan jaminan kesejahteraan kepada para buruh/pekerja

Untuk temen-temen sarjan kita bukan sampah, tapi mereka yang menjadikan kita seperti ini

Senin, 14 Januari 2013

Salah Berfikir Tentang Hasil

Kadang dalam berbagai aktifitas kita menemukan berjuta kejenuhan dan kesulitan. Kejenuhan dan keslutikan  untuk menggapai sesuatu yang dingini. Namun yang perlu kita ketahui sebenarnya bukanlah sebuh hasil dari  apa yang menjadi keinginan kita, hal yang lebih penting dari itu semua adalah kita benar-benar memperhatikan prose dalam menggapai keinginan dan sesuatu yang kita capai.

Memang tidak segampang berimajenasi ketika berak dikamar mandi, tapi yang jelas kita harus benar-benar menjalani proses dengan sebenarnya rel yang ditempuh dan kesenugguhan serta semangat dalam mencapainya.

Kebanyakan dari kita memang melupakan proses dalam mencapai apa yang akan dicapai, Terjerumus dalam imajenasi dan lamuan akan sebuah hasil yang besar. Hasil dari sebuah kerja memang sangat penting, agar tidak ada kesia-siaan atas apa yang telah dilakukan. Tida hanya kesia-sian tapi sebuah penghisapa juga terdapat dalam sebuah proses, melupakan apa yang ingin dicapai namun yang menikmati hasilnya adalah orang lain. Justru jika demikian merupakan kesalahan yang sangat besar.

Contohnya  ketika kita ingin memulai sebuah usaha yang bergerak di biudang perdagangan, kita pasti yang dilihat adalah keuntungan yang besar dari sebuah usaha, baru memikirkan bagaimana proses untuk mencapai usaha teersebut. seumpama mau bikin toko elektronik, dengan melihat konsumtifitas masyarakat pasti akan mendapatkan untung yang besar jika menjalankan usaha ini, setiap barang bisa dijual dengan harga tinggi dan tidak mungkin akan mengalami kerugian.

Terlau sibuk dengan memantau hasil dengan keuntungan besar, namun melupakan proses dalam mencapainya, beberapa hal sepele yang  kurang diperhatikan, karena semua memang menjadi komponen yang penting dalam sebuah usaha. Ternyata semua akhirnya berujung pada kebangkrutan.

Sebenarnya yang ingin disampaikan adalah kita jangan hanya memikirkan dan melihit hasil yang besar, tapi lebih memikirkan proses untuk mendapatkan hasil teersebut. karen jika proses dijalankan dengan makasimal maka sebuah hasil yang bagus juga akan didapatkan. Berbeda jika kita lebih memperioritaskan memikirkan hasil yang banyak mengesampingkan sebuah proses yang makasimal, pastinya dimungkinkan akan mendapatkan hasil yang sangat minim.

selamat berusaha....

"sebuah proses yang makasimal, akan mendapatkan hasil yang memuaskan"

13 Januari 2014

Senin, 24 Desember 2012

Ilmu Administrasi Negara (review)

Kami juga menyediakan Skripsi Lengkap Ilmu Administrasi Negara, Meski Stoknya lum terlalu banyak tapi jika minat bisa kami bantu...
Silakan saja langsung hubungi admin...

Karena admin menyediakan segala file yang berhubungan dengan akademik, baik makalah, persentasi, skripsi, jurnal, tesis, desertasi dan sebagainya....
diajamin murah karena pembayaran bisa dibelakang dan nego....
ini linknya www.lib4online.com

Ok selamat berkarya...!!

Senin, 17 Desember 2012

Langkah Hidup "Meringankan"

Dalam pagi yang bersolek, mengejar diri mencari Rizki, demi tuntutan perut tercukupi. Tidak hanya butuh sebuah pemikiran dan analisa untuk menggapai semua, sebuah semangat dan menikmati segala rasa yang diterpa merupakan keindahan.

Setiap manusia pasti memliki tuntutan untuk bertahan hidup, mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena hidup tidak cukup dengan berdiam diri kemudian kita dapatkan semua yang kita butuhkan. Jika demikian pastinya bukan manusia biasa, semua butuh kerja untuk memenuhi berpenghasilan dan dapakan kebutuhan.

Memang berat semua untuk dilakukan, karena belum menjadi kebiasaan, semua jika sudah biasa maka tidak ada rasanya, baik itu berat atau sulit. Awalnya biasanya kita takut akan dicaci, atau dianggap buruk oleh orang lain, hal ini yang akhirnya menjatuhkan mental kita untuk melakukan sesuatau padahal itu untuk diri kita  sendiri dan kita sendiri yang melakukan, "orang lain hanya bisa menilai, memuji atau memaki".

Ada peristiwa aneh tapi jika sudah dibiasakan tidak ada yang komentar lagi, KH. Jamaluddi Ahmad mencontohkan: seorang kyai suatu pagi menyapu halaman pesantren, pada awal sang kyai melakukan hal itu semua santri pada heran kenapa kyai tidak menyuruh pada para santri saja, pada hari kedua kyai itu juga menyapu halaman pesantren lagi, para santri hanya bisa bilang "kok kyai melakukanya lagi". kemuadian pada hari yang ketiga, kyai melakukan hal yang serupa, santri hanya bisa mengatakan dalam hatinya "mungkin ini amal istiqomah yang dilakukan kyai". Kemudian pada hari-hari selanjutnya sudah tidak ada yang berkomentar atau mengganjal lagi.

Dari contoh ini kita bisa mengambil nilai: pertama, jika kita malu atau takut dikatakan hina dalam melalkukan sesuatu yang kita yakini mampu dan benar maka lakukan saja, ucapan negatif itu akan habis dalam dua tiga hari. Kedua, Sesuatu yang berat atau sulit ketika kita melakukannya setiap hari dan konsisten, maka akan semakin mudah. Ketiga, orang lain hanya mampu melihat sesuatu dari luarnya saja, dalamnya sebuah pekerjaan adalah dalam diri kita sendiri.

Semoga semangat dalam menjalani hidup keseharian, menjadi pelang kehidupan, dengan cahaya bahagia, kita ayunkan langkah untuk memulai hari ini, mengambil setiap sendiri pelajaran kehidupan, menuai penglaman dalam setiap langkah, menuliskan dalam sejarah kehidupan. Semua orang pasti mampu untuk melakuka apa yang dibutuhkanya...


Cairudin:18des2012

Kamis, 13 Desember 2012

Sukses "Itu "

"Orang bilang banyak cara untuk mencapai kesuksesan", tapi pernahkah kita menayakan pada diri kita sebenarnya dimana letak kesuksesan kita..? Bukankah selama ini kita sudah berusaha untuk mencapai sebuah ukuran yang dinamakan sukses itu sendiri. Dalam arti umum sukses dikatakan difinisiakan, orang yang terkenal, orang yang banyak uang orang yang segala keinginanya bisa diwujudkan. Jika memang demikian mendekati Kuasa Tuhan bisa memwujudkan segalanya. hehe

Kayanya bukan demikia yang dinamakan sukses, sukses adalah sebuah pencapaian, ya sebuah pencapaian diri atas tujuan yang telah kita tentukan sendiri, bukan ukuran orang lain, meski kadang orang lain memandang diri kita tidak sukses atas apa yang telah kita lakukan, tapi jika yang kita lakukan itu merupakan langkah yang telah kita tentukan dalam menggapai tujuan dan tujuan kita tercapi, itu baru yang di namakan sukses. Bisa juga diarti kan sukses dalam arti sederhananya keberhasilan.

Sering kita lupa bahkan salah dalam mengartikan kesuksesan, kesuksesan yang di ukur dari pandangan orang lain yang menilai apa yang telah kita lakukan dan kita hasilkan, padahal orang lain tersebut tidak mengetahui apakah dalam proses mengapai hal tersebut kita mengalami kesulitan, kecenuhan, kegagalan, kesalahan, dan sebagainya. Jadi kesusksesan itu ada di tangan kita masing masing bukan orang lain, orang lain hanya bisa mengasumsikan dan menilai secara cover saja, belum mampu melihat secara mendalam atas apa yang kita lakukan dan kita raih. kecuali jika kita memberikan pemahaman kepadanya dengan meceritakan.

Untuj itu mari kita tentukan tujuan yang ingin kita gapai, waktu, dan langkah-langkah usahanya, agar semua yang kita tentukan bisa tercapai.....
Dalam ukuran kita sendiri, Semoga bahagia yang kita dapati

Blogger Interprener "Terbengkalai"

Pengen Ciptakan Sekolah Blogger Interprener, buat naungin kreativitas dan aktualisasi bakat jurnalistik sekalugus membentuk kemandirian seseorang secara ekonomi. Ide ini berlatar belakang dari keadaan diri yang sampai hari ini belum bisa dikatankan mandiri, karena banyak tuntutan hutang dimana-mana, belum lagi usia sudah hampir tua, waktunya lulus menjadi sarjana. Belum lagi kalua menjadi sarjana pengangguran, atau pekerja dengan gaji murah, lebih miris lagi tidak ingin lah seperti digambarkan oleh iwan fals dalam lagunya "sarjana mudah".

Sebenarnya usia lima belas bagi cowok sudah seharunya mandiri secara ekonomi, tidak selalu bergantung pada uluran tangan orang tua, namun kebanyakan orang tua tidak tega melihat anaknya berkerja kasar dengan upah yang cukup rendah, belum lagi tututan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi SMA dan Kuliah. Pastinya tidak akan mampu seorang diri untuk membiayai itu semua. Tapi lebih miris lagi kalau semua biaya hidup dan biaya pendidikan kita digantungkan pada uluran tangan kantong orang tua dan hal itu mayoritas dilakuakan masyarakat Indonesia. Tidak jauh-jauh penulis sendiri juga demikian. hehe

Dari latar belakang ini penulis pengen sekali mendirikan sekolah blogger interpreaner, sempat digagas bersama kawan irvan hadzuka, dan akan direalisasikan pada bulan agustus tahun 2012 kemarin tapi sayang banyak unsur lain, yang belum mendukung. salah satunya penulis terbentur dengan tugas akhir alias skripsi. Akhirnya sampai sekarang hanya mampu bersarang dipikiran.

Ingin sekali terwujud sebuah ide sederhana ini, agar anak usia SMP sudah mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki karya yang bisa membanggakan orang tua, meski tidak menuntut kemungkinan untuk kalangan diatasnya: SMA, MAHASISWA, Guru Dosen Dsb. Guna membantu perekonomian dan aktualisasi kreatifitas diri.

Sebenaranya masih banya rincian dari konsepsi sekolah ini, namun belum juga tertuang dalam bentuk tulisan modul dan media pembelajaran yang lain juga belum. Apalagi masalah dana ini yang lebih berat.

Sekian dulu tulisanya, kalau ada waktu penulis sambung lagi, kalau ada yang mendukung mari kita kerjakan bersama yang pastinya penulis harapkan bisa menciptakan kemandirian diri dan wadah kreatifitas tanpa batas.

semoga bermanfaat.... Amien..3x