Sabtu, 29 Desember 2012

Dari-Nya Dengan Dia

Dibalik keanggungan wajah, Keindahan sang hamba...
Tersimpan kenikmatan pandangan..
Begitu sang maha kuasa ciptakan...
Semoga diri tak lupa dan terlena...

Melaluinya ku nikamati rasa ini...
Denganya merajut rasa gembira dan gunda..

Bersama bimbingan alam raya..
Mengejar bahagia, ...
Memberikan semangat pada mereka yang berselimut gunda..
Kemanfaatan kecil yang bisa  dipanen,  kemudian...

___*____

Tetap semua harus dinikmati dan syukuri, Setiap perjalanan langkah bahagia singkirkan kesombongan,
Setiap  langkah kecewa, ajarkan tabah, setiap kesedihan ajarkan keiklasan....

Semua penuh makna, semua dalam naungan sang punya...
Demi mereka yang ada disana, untukNya yang ciptakan hati bahagia melalui dia...

Sujud dalam ketundukan pengampunan....
Segala celah kehidupan, jika itu kesalahan..

30 Desember 2012

Senin, 24 Desember 2012

Ilmu Administrasi Negara (review)

Kami juga menyediakan Skripsi Lengkap Ilmu Administrasi Negara, Meski Stoknya lum terlalu banyak tapi jika minat bisa kami bantu...
Silakan saja langsung hubungi admin...

Karena admin menyediakan segala file yang berhubungan dengan akademik, baik makalah, persentasi, skripsi, jurnal, tesis, desertasi dan sebagainya....
diajamin murah karena pembayaran bisa dibelakang dan nego....
ini linknya www.lib4online.com

Ok selamat berkarya...!!

Misa 2012

Nyanyian dan do'a banyak dikumandangkan..
Harapan dan impian menjadi panjatan atas keadaan

Utarakan semua ungkapan atas keprihatinan dalam keheningan
Do'a-do'a semoga bisa sambut bahagia...

Dalam Naungan tanah yang sama..
Dalam muara yang sama..
Meski ritual, ajaran, dan panutan  berbeda...

Semua manusia butuh bahagia
Semua Manusia butuh besas..
Semua butuh ketenagan...
Semua butuh kedamaian...
Semua butuh kesejahteraan..

Tak padanga siapa dan dimana..
Ketika menyatakan diri manusia itulah yang harus dipenuhi...

Hanya pikiran picik para kepentingan kekuasaan..
Mengatas namakan agama membuat gelisah..
Menghancurkan kedamaian dan peradapan
Ledakan demi ledakan...
Guna menutupi aib jabatan...

Semoga tak selamanya ..
Sebatas terlintas dalam nafas..
Kehidupan bahagia yang kita pinta...
Pada semesta kita berkerjasama

Selamat Misa ...2012

25 Desember 2012

Minggu, 23 Desember 2012

Pawang Hujan

Semangat sanga pawang, berusaha hentikan langkah sang hujan..
Demi ambisi, hajat umat manusia...

Demi pesta untuk habiaskan semua...
Untuk yang tak berdaya hanya bisa menerima..
Aah Cuma kecewaku pada mereka..


Kedekatanya dengan semesta yang luar biasa...
Berbisik pada  langit, "hujan pun mendua pada wilayah yang dibatasianya"..
Ucapnya : awan gelap meyikap, Gelegar petir menyingkir.., butiran air mengalir pada hilir... Simpan hajatmu pada yang butuh..
Anakmu berlangsungkan Syukuran...


Semoga semua rasakan bahagia...
Meski berkah sedikit Engkau menolaknya...

Penguasa semesta maafkan Umat manusia...


Malang 24 Desember 2012

di rumah biru


Ku Bukan Lacur

Sejak saat ia ungkapkan rasa sayang, ku abdikan cinta ku padanya, semua yang ku punya, ku berikan segalanya, bahkan muatira yang hanya di punyai sekali saja. Perasaan benar-benar hanyut dalam keindahan kemesraan yang engkau ciptakan. Benar kata pepatah "ketika cinta dikumandangkan semua serasa hilang" Entah kemana pergi kesadaran diri, yang tersisa hanya imajenasi keindahan dan kebahagiaan.

Hari-hari kami jalani serasa tiada beban, penuh pengorbanan,  keceriaan, semua aturan serasa tiada, norma hukum, agama entah kemana, tak peduli tempat umum, atau dimana pun, kami berbagi kemesraan. Terlihat irih berpasang-pasang mata, sedikit curiga, atas ulah kami berdua. Wajah curiga itu masih terus memandang, sampai gandengan tangan terlepaskan.

Sampai saat yang tak terlupakan hingga sekarang, kami lakukan dosa terindah, surga dunia kata para pecinta, kami lakukan dengan tanpa sengaja, menjadi candu dalam keseharian, melupakan diri bahwa kami tiada ikatan pernikahan.

Memang aku sadari cowok ku lebih agresif, lebih menuntutku untuk selalu pasrah, menyerahkan jiwa dan segala yang ku punya. Sedikit ku peringatkan "jangan sekarang, kita melakukan" wajah kecewanya begitu tampak, 'nafsu' cintanya menjadi amarah kecewa.

Jika sudah demikian tak mampu lagi ku melihat ia kecewa, tak mampu ku sakiti hatinya, tak mampu jika ia akan pergi karena kecewa padaku. Hal yang paling ku takutkan dia pergi meninggalkan ku, meninggalkan kebahagiaan yang telah lama kita susun bersama.

Ku bujuk rayu wajah kecewa, dengan pelukan mesra dari belakang, "Jangan begitu yank" ucapku.
"Kita akan lakukan segalanya ketika ikatan sudah ada" imbuhku tepat dibelakang telinganya, sambil kedua tanganku memeluk melingkar diperutnya. Kemuadian ia membalikan tubuhnya dan memeluku balik, kami saling berpelukan, serasa hangat tubuh itu merayapi semua pori.

Ku resapi dekapan itu, ku rasakan cintanya, ku rasakan segalanya, dalam kenikmatan tanpa ku sadari bibirnya telah mencumbuhi leher kiriku, tak mampu lagi ku menolak, diri ku telah hanyut dalam ambisi asmara bercinta, justru ku balik menciuminya. Tanganya bergeser kebawah masuk dalam kemaluan, benar-benar tak ku sadari semua berlangsung begitu indah. Sepertiga malam yang kita selesaikan dalam percintaan.

---*---

Setelah kejadian malam itu sering kami lakukan hal serupa pada hari-hari berikutnya, sebgaimana orang telah memiliki ikatan nikah.

Sampai saat ku sadari bahwa telah dua bulan hal itu kami lakukan, sampai saat kecewa melanda dada ketika ku katakan padanya aku tak keluarkan darah. Tapi bukan bahagia yang ku dapatkan ketakutan dan ketidakterimaan, lelaki ku justru mencaciku "Kenapa itu terjadi" Hujatnya sambil kedua tangannya memegang kepala.

Tak lama setelah kejadian itu justru ia lari dariku, ia pergi entah kemana, menghilang tanpa ada yang tahu. Kesedihan makanan harianku, kekecewaan memenjarakan ku, serasa tiada kehidupan lagi bagiku.

Belum dapat ku berkesimpulan, jika aku telah mengandung anaknya, sampai kuberanikan diri untuk periksakan diri, ku pergi kerumah sakit dan ku coba periksakan. Proses itu pun ku jalani sampai selesai dan aku tetap seorang diri menanggung semua.

Kenyataan yang berbanding terbalik dari kesimpulan kosongku, keadaan yang cukup menjadikan tanda tanya.  Ternyata saat ku baca hasil pemeriksaan dari sang dokter....  "Negatif" ku baca sekali lagi "Negatif" ketiga kalinya ku minta dokter menjelaskan secara medis "sebenarnya apa yang terjadi pada saya dok?" "Benar saya tidak hamil" pertanyaan keheranan yang bercercaan.
"Tidak" jawab doter dengan santun.

"Kamu hanya mengalami keletihan" sehingga beberapa sel darah menggumpal tidak keluar pada bulan ini, tapi tenang entar saya kasih resep, untuk ditebus obatnya, haid kamu besok pasti akan lancar" penjelasan dokter dengan wajah teduhnya.

Sejak saat itu ku tak percaya lagi pada laki-laki, semua lelaki dalam penilaianku munafik di depanya saja, menawarkan keindahan untuk dapatkan kenikmatan, setelah semua ia dapatkan pergi entah kemana.

Begitu indah kemunafikan yang ia gambarkan, semua menjadi sesuatu yang tak pernah ku percaya. Laki-laki mengedepankan nafsunya, beratasnamakan cinta, ia akan merenggut keprawanan dan lari dari kenyataan. Pesanku "Pangan pernah lakukan sebelum ada ikatan penikahan"


By: cairudin

inspirasi dari cerita kawan yang belum ketahui wajahnya..


Bersama Malam

Berteman malam, untuk menciptakan...
Bersahabat keheningan, untuk kedamaian..
Berkawan gelap, untuk melupakan...
Bersaudara rembulan untuk penerangan...

Biarkan diri melangkah, biarkan semua bebas..
Izikan diri berlari, sembunyi dibalik caci dan maki...
Sejauh usaha dan langkah menjapainya....

Jika semua tiada, baru engkau ketahui dimana...
23 Desember 2012

Rabu, 19 Desember 2012

Semangat Pagi "Desa"


Begitu semangat si embah...
pagi2 sebelum mentari terbagun sudah siapkan nasi...
"untuk para pekerja disawah" ktanya..

baru saja ku buka mata dan cuci muka ...
"sarapan cung" tawaran si embah
"mangke krien, tasek dereng sekeco maem, keenjiangan" jawabku ....

cukup luar biasa, kehidupan masyarakat desa, begitu semangat, melebihi mentari
kehidupan pekerja cukup bahagia....
sebentar berkeja, sudah dikirim makan, upah yang didapatkan juga cukup mensejahterakan...
sayang memang tidak dalam keseharian, demikian.

jauh dengan buruh kota berkerja pagi, bisa makan sianga, berangkat malam, pagi baru bisa makan, berangkan siang, malam baru bisa makan.

upah hanya bisa untuk bertahan, tak mampu menggapai kesejahteraan...
meski dalam keseharian, ada pekerjaan, itu juga melelahkan...

kota-desa, hampir sama, tinggal pilih mana yang kita suka...!!

Semua telah dikuasi oleh kaum serakah, pilih di kuduanya sama saja, kerja lebih dan lebur harus menjadi kehrusan yang tidak mungkin dihindarkan untuk memnuhi semua kebutuhan.

Sebagaimana semangat Sie Embah dalam  memperjuangkan hidupnya, bermodal lahan sawah dan ladang, bertahan sendirian, setelah si kakek meninggalkanya, beristirahat dalam takdir manusia yang semua pasti akan mengalami, "kematian".
dua Anaknya yang sudah berkeluarga dan mandiri, hanya mengunjungi ketika liburan tiba, maklum mereka sudah menjadi para pejabat pemerintah yang hanya memiliki kesempatan ketika liburan untuk melihat orang tua tercintanya.


Dalam Sandiwara pemikiran didink hanya bisa mengambil, pelajaran atas apa yang dilihat dan rasakan. Pertama: Mengambil semangat hidup si embah, dalam memnuhi apa yang heharusnya bukan tanggung jwabnya, meski itu dirinya sendiri.

 "anak-anaknyalah yang harus memanjakan beliau" tegur  didink dalam hati.

kedua: Sesama orang biasa dan susah, saling berbagi bahagia dalam kebersamaan, berbagi senyum dan rizki yang dimiliki, Menjujung tinggi para pekerja yang menjadi tumpuhan kehidupan.

"bos atau juragan, bukanlah Tuhan yang bisa berkehendak kepada para pekerjanya dengan sesukanya, memulyakan mereka merupakan tindakan manusia sebagai kholifah dinia" pesan didink untuk mengingatkan kesombonganya, yang sewaktu-waktu muncul, seperti rerumputan pada musim hujan.

Ketiga: Desa dan kota sama saja, dalam lingkup penguasa yang serakah yang akan jadikan kesengsaraan, kota dan desa saling keterkaitan antara kedunya.
Orang desa tidak harus berbondong-bondong kekota untuk mencari uang dan pekerjaan, desa penuh pekerjaan untuk pengembangan dan meningkatkan penghasilan.

"mungkin kita masih keterbatasan untuk melihat kemampuan diri, mengembangkan apa yang dimiliki, memberikan yang berarti untuk sekitar" dalam hati didink untuk mengingatkan langkah kakinya dalam menjalani kehidupan.

Semua memang dari dalam diri manusia masing-masing, diri yang merdeka bisa mengkondisikan alam sekitarnya, untuk kemanfatan yang berkelanjutan. Meski itu kota atau desa, semua tempat istemewa, bagian terkecil dalam alam raya.

Didink kembali mengarungi detik kehidupanya, melankah menuju pintu dan keluar menghirup udara segar, mesakan hangatnya mentari, menikmati setiap sudaut perjalanan, menuju ladang.

20 Desember 2012