Pagi yang indah, mentari yang mulai tebarkan semnyum pada umat manuisa mulai membukakan mata. Udara sejuk yang menerpa setiap pori tak mampu terlupa dalam dada. Embun yang belum berlari, sorotkan pantulan seperti kemerlip bintang.
Desa yang hijauh, bukit-bukit cincin desa membentengi sejahterah.
Para petani mulai berkerja, menuju sawah dan ladang untuk tanamanya, demi menghidupi keluarga dan sanak-saudara, demi keberlangsungan ekonomi Negeri. Semua mereka jalani dengan semangat, bermodal cangkul dan sabit, tenaga dan semangat sebagi pusat energi. Demi sebuh karya hasil panen yang melimpah.
Dari sudut atas, diri hanya bisa memangdang riang "sungguh luar biasa, alam mendidik mereka" gerutu dalam dada. Sudut mata ku biarkan berlari liar menangkap semua keindahan, pikiran hanya bisa mengimbagi dan menikmati, hati meresapi dengan syukur pada Illahi. Sepasang kaki membawa tubuh untuk terus mengikuti penasaran, mencapai titik penangkapan dalam kesempurnaan keindahan.
Memang saat itu jalan-jalan pagi, ketika bermain kerumah teman yang tinggal di pegunungan. Pagi setelahnya menginap, meski dalam semalam kedinginan, saat mentari menyapa, tak ingin lewatkan kesempatan. Menangkap kehangatan dengan berjalan-jalan ke ladang dan sawah di pinggir desa.
Kudapati senyum dan sapa para warga, rasa bahagia yang diungkapkan dengan sederhana, meski para semut setiap saat melakukanya, Ku temukan pemandangan itu disini. Tak hanya kesempurnaan alam, pekerti tingkah masyarkatnya juga menentukan keberlangsungan kelompok ini.
"badhe, pundi mas....?"
sapa seorang warga yang bertepatan dijalan, dengan bahasa jawa yang sopan.
"mlampah-mlampah dateng saben"
jawabku dengan senyum dan sedikit terbata-bata, karena lama tidak menganal bahasa jawa yang lebih halus, hanya sekilas-sekilas teringat pelajaran muatan lokal ketika masih sekolah dasar.
"Monggo, menawi sareng, niki ngeh badhe ten saben" imbuh petani itu, dengan menawarkan diri untuk membonceng ku dengan sepeda buntut dalam perjalanan.
Akhirnya kita juga berangkat bersama, dalam perjalanan sempat kita saling bertanya, lebih banyak saya yang mencerca pertanyaan, Pak tani itu menjawab dengan penuh nilai kehidupan dan kejujuran atas apa yang telah dirasakan.
"kadhose sampun badhe panen, wulan ngajeng pak...katah rizkine, manton niki?" Aku bertanya dengan sedikit bentuk pernyataan, agar beliau mengungkapkan apa yang dirasakan.
"Amien, Enggih, awal wulan ngajeng pun panen, tapi sami mawon mas, nasib e tiang alit, panen kaleh biayae sami larange, petani alit kados kulu moten saget sogeh mas" jawab pak tani itu.
"Tapi sugeh, pahala pak" sahutku dengan segera dengan intonasi bahasa bercanda dan berhias tawa, mencoba menghibur, mengikis rasa kecewa"...
Beliau menggambarkan keadaan panen yang tidak seimbang dengan biaya produksi, hasil panen hanya bisa menutupi kebutuhan produksi tanam lagi, jika ada kebutuhan yang mendadak juga hutang.
bersambung...
Senin, 17 Desember 2012
Langkah Hidup "Meringankan"
Dalam pagi yang bersolek, mengejar diri mencari Rizki, demi tuntutan perut tercukupi. Tidak hanya butuh sebuah pemikiran dan analisa untuk menggapai semua, sebuah semangat dan menikmati segala rasa yang diterpa merupakan keindahan.
Setiap manusia pasti memliki tuntutan untuk bertahan hidup, mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena hidup tidak cukup dengan berdiam diri kemudian kita dapatkan semua yang kita butuhkan. Jika demikian pastinya bukan manusia biasa, semua butuh kerja untuk memenuhi berpenghasilan dan dapakan kebutuhan.
Memang berat semua untuk dilakukan, karena belum menjadi kebiasaan, semua jika sudah biasa maka tidak ada rasanya, baik itu berat atau sulit. Awalnya biasanya kita takut akan dicaci, atau dianggap buruk oleh orang lain, hal ini yang akhirnya menjatuhkan mental kita untuk melakukan sesuatau padahal itu untuk diri kita sendiri dan kita sendiri yang melakukan, "orang lain hanya bisa menilai, memuji atau memaki".
Ada peristiwa aneh tapi jika sudah dibiasakan tidak ada yang komentar lagi, KH. Jamaluddi Ahmad mencontohkan: seorang kyai suatu pagi menyapu halaman pesantren, pada awal sang kyai melakukan hal itu semua santri pada heran kenapa kyai tidak menyuruh pada para santri saja, pada hari kedua kyai itu juga menyapu halaman pesantren lagi, para santri hanya bisa bilang "kok kyai melakukanya lagi". kemuadian pada hari yang ketiga, kyai melakukan hal yang serupa, santri hanya bisa mengatakan dalam hatinya "mungkin ini amal istiqomah yang dilakukan kyai". Kemudian pada hari-hari selanjutnya sudah tidak ada yang berkomentar atau mengganjal lagi.
Dari contoh ini kita bisa mengambil nilai: pertama, jika kita malu atau takut dikatakan hina dalam melalkukan sesuatu yang kita yakini mampu dan benar maka lakukan saja, ucapan negatif itu akan habis dalam dua tiga hari. Kedua, Sesuatu yang berat atau sulit ketika kita melakukannya setiap hari dan konsisten, maka akan semakin mudah. Ketiga, orang lain hanya mampu melihat sesuatu dari luarnya saja, dalamnya sebuah pekerjaan adalah dalam diri kita sendiri.
Semoga semangat dalam menjalani hidup keseharian, menjadi pelang kehidupan, dengan cahaya bahagia, kita ayunkan langkah untuk memulai hari ini, mengambil setiap sendiri pelajaran kehidupan, menuai penglaman dalam setiap langkah, menuliskan dalam sejarah kehidupan. Semua orang pasti mampu untuk melakuka apa yang dibutuhkanya...
Cairudin:18des2012
Setiap manusia pasti memliki tuntutan untuk bertahan hidup, mencukupi kebutuhan sehari-hari. Karena hidup tidak cukup dengan berdiam diri kemudian kita dapatkan semua yang kita butuhkan. Jika demikian pastinya bukan manusia biasa, semua butuh kerja untuk memenuhi berpenghasilan dan dapakan kebutuhan.
Memang berat semua untuk dilakukan, karena belum menjadi kebiasaan, semua jika sudah biasa maka tidak ada rasanya, baik itu berat atau sulit. Awalnya biasanya kita takut akan dicaci, atau dianggap buruk oleh orang lain, hal ini yang akhirnya menjatuhkan mental kita untuk melakukan sesuatau padahal itu untuk diri kita sendiri dan kita sendiri yang melakukan, "orang lain hanya bisa menilai, memuji atau memaki".
Ada peristiwa aneh tapi jika sudah dibiasakan tidak ada yang komentar lagi, KH. Jamaluddi Ahmad mencontohkan: seorang kyai suatu pagi menyapu halaman pesantren, pada awal sang kyai melakukan hal itu semua santri pada heran kenapa kyai tidak menyuruh pada para santri saja, pada hari kedua kyai itu juga menyapu halaman pesantren lagi, para santri hanya bisa bilang "kok kyai melakukanya lagi". kemuadian pada hari yang ketiga, kyai melakukan hal yang serupa, santri hanya bisa mengatakan dalam hatinya "mungkin ini amal istiqomah yang dilakukan kyai". Kemudian pada hari-hari selanjutnya sudah tidak ada yang berkomentar atau mengganjal lagi.
Dari contoh ini kita bisa mengambil nilai: pertama, jika kita malu atau takut dikatakan hina dalam melalkukan sesuatu yang kita yakini mampu dan benar maka lakukan saja, ucapan negatif itu akan habis dalam dua tiga hari. Kedua, Sesuatu yang berat atau sulit ketika kita melakukannya setiap hari dan konsisten, maka akan semakin mudah. Ketiga, orang lain hanya mampu melihat sesuatu dari luarnya saja, dalamnya sebuah pekerjaan adalah dalam diri kita sendiri.
Semoga semangat dalam menjalani hidup keseharian, menjadi pelang kehidupan, dengan cahaya bahagia, kita ayunkan langkah untuk memulai hari ini, mengambil setiap sendiri pelajaran kehidupan, menuai penglaman dalam setiap langkah, menuliskan dalam sejarah kehidupan. Semua orang pasti mampu untuk melakuka apa yang dibutuhkanya...
Cairudin:18des2012
Kamis, 13 Desember 2012
Sejarah Bahagia
Hari telah beranjak mengapai siang
Pada ujung waktu, bersembunyi di balik kabut hitam
Sang mentari mengurung diri
Meski dia bercahaya tapi bukan untuk Ku
Dalam siang yang penuh bahagia untuk mereka
Berhasil meletakkan diri
Pada titik yang bisa dinikmati
Ini harinya, buka miliku lagi
Sebatas kenangan hari yang menyenangkan
Butiran senyum sejarah yang indah
Inilah mutiara Untuk mereka
Yang berhasil Menikmatinya.....
14 desember 2012
Pada ujung waktu, bersembunyi di balik kabut hitam
Sang mentari mengurung diri
Meski dia bercahaya tapi bukan untuk Ku
Dalam siang yang penuh bahagia untuk mereka
Berhasil meletakkan diri
Pada titik yang bisa dinikmati
Ini harinya, buka miliku lagi
Sebatas kenangan hari yang menyenangkan
Butiran senyum sejarah yang indah
Inilah mutiara Untuk mereka
Yang berhasil Menikmatinya.....
14 desember 2012
Sukses "Itu "
"Orang bilang banyak cara untuk mencapai kesuksesan", tapi pernahkah kita menayakan pada diri kita sebenarnya dimana letak kesuksesan kita..? Bukankah selama ini kita sudah berusaha untuk mencapai sebuah ukuran yang dinamakan sukses itu sendiri. Dalam arti umum sukses dikatakan difinisiakan, orang yang terkenal, orang yang banyak uang orang yang segala keinginanya bisa diwujudkan. Jika memang demikian mendekati Kuasa Tuhan bisa memwujudkan segalanya. hehe
Kayanya bukan demikia yang dinamakan sukses, sukses adalah sebuah pencapaian, ya sebuah pencapaian diri atas tujuan yang telah kita tentukan sendiri, bukan ukuran orang lain, meski kadang orang lain memandang diri kita tidak sukses atas apa yang telah kita lakukan, tapi jika yang kita lakukan itu merupakan langkah yang telah kita tentukan dalam menggapai tujuan dan tujuan kita tercapi, itu baru yang di namakan sukses. Bisa juga diarti kan sukses dalam arti sederhananya keberhasilan.
Sering kita lupa bahkan salah dalam mengartikan kesuksesan, kesuksesan yang di ukur dari pandangan orang lain yang menilai apa yang telah kita lakukan dan kita hasilkan, padahal orang lain tersebut tidak mengetahui apakah dalam proses mengapai hal tersebut kita mengalami kesulitan, kecenuhan, kegagalan, kesalahan, dan sebagainya. Jadi kesusksesan itu ada di tangan kita masing masing bukan orang lain, orang lain hanya bisa mengasumsikan dan menilai secara cover saja, belum mampu melihat secara mendalam atas apa yang kita lakukan dan kita raih. kecuali jika kita memberikan pemahaman kepadanya dengan meceritakan.
Untuj itu mari kita tentukan tujuan yang ingin kita gapai, waktu, dan langkah-langkah usahanya, agar semua yang kita tentukan bisa tercapai.....
Dalam ukuran kita sendiri, Semoga bahagia yang kita dapati
Kayanya bukan demikia yang dinamakan sukses, sukses adalah sebuah pencapaian, ya sebuah pencapaian diri atas tujuan yang telah kita tentukan sendiri, bukan ukuran orang lain, meski kadang orang lain memandang diri kita tidak sukses atas apa yang telah kita lakukan, tapi jika yang kita lakukan itu merupakan langkah yang telah kita tentukan dalam menggapai tujuan dan tujuan kita tercapi, itu baru yang di namakan sukses. Bisa juga diarti kan sukses dalam arti sederhananya keberhasilan.
Sering kita lupa bahkan salah dalam mengartikan kesuksesan, kesuksesan yang di ukur dari pandangan orang lain yang menilai apa yang telah kita lakukan dan kita hasilkan, padahal orang lain tersebut tidak mengetahui apakah dalam proses mengapai hal tersebut kita mengalami kesulitan, kecenuhan, kegagalan, kesalahan, dan sebagainya. Jadi kesusksesan itu ada di tangan kita masing masing bukan orang lain, orang lain hanya bisa mengasumsikan dan menilai secara cover saja, belum mampu melihat secara mendalam atas apa yang kita lakukan dan kita raih. kecuali jika kita memberikan pemahaman kepadanya dengan meceritakan.
Untuj itu mari kita tentukan tujuan yang ingin kita gapai, waktu, dan langkah-langkah usahanya, agar semua yang kita tentukan bisa tercapai.....
Dalam ukuran kita sendiri, Semoga bahagia yang kita dapati
Langkah Dada
Dalam jurang kehidupan, meski kehendak Tuhan
Meraba apa yang bisa dilakukan...
Mencari muara tujuan
Berlari bersama detik waktu
Melangkah dalam hari-hari
Tiada selesai, Sebelum Nadi terhenti
Terus dan Terus Berlari
Samapai temukan ujung untuk menjadi...???
Sekarang hanya bisa merasakan tanda tanya
Merasakan indah dalam setiap detak dada
Menikmati setiap apa yang memungkiri
Mengaisi sepi dalam sendiri
Meski mengetahui banyak yang menanti diri sampai
Finis perjalanan masih belum kelihatan
Menemukan apa yang telah menjadi tujuan
Berjalan dan terus berjalan....
14 Desember 2012
Meraba apa yang bisa dilakukan...
Mencari muara tujuan
Berlari bersama detik waktu
Melangkah dalam hari-hari
Tiada selesai, Sebelum Nadi terhenti
Terus dan Terus Berlari
Samapai temukan ujung untuk menjadi...???
Sekarang hanya bisa merasakan tanda tanya
Merasakan indah dalam setiap detak dada
Menikmati setiap apa yang memungkiri
Mengaisi sepi dalam sendiri
Meski mengetahui banyak yang menanti diri sampai
Finis perjalanan masih belum kelihatan
Menemukan apa yang telah menjadi tujuan
Berjalan dan terus berjalan....
14 Desember 2012
Hari Yang Sama
Hamparan dan nyanyian bahagia masih jauh di Alam sana....
Langka-langkah hanya bisa menjadi iringan nada tak beraturan..
Tanpa tujuan semua terlaksanakan..
Tanpa hasil bahagia atau kecewa .....
Sama saja dengan kemarin yang hampa...
14 Desember 2012
Langka-langkah hanya bisa menjadi iringan nada tak beraturan..
Tanpa tujuan semua terlaksanakan..
Tanpa hasil bahagia atau kecewa .....
Sama saja dengan kemarin yang hampa...
14 Desember 2012
Blogger Interprener "Terbengkalai"
Pengen Ciptakan Sekolah Blogger Interprener, buat naungin kreativitas dan aktualisasi bakat jurnalistik sekalugus membentuk kemandirian seseorang secara ekonomi. Ide ini berlatar belakang dari keadaan diri yang sampai hari ini belum bisa dikatankan mandiri, karena banyak tuntutan hutang dimana-mana, belum lagi usia sudah hampir tua, waktunya lulus menjadi sarjana. Belum lagi kalua menjadi sarjana pengangguran, atau pekerja dengan gaji murah, lebih miris lagi tidak ingin lah seperti digambarkan oleh iwan fals dalam lagunya "sarjana mudah".
Sebenarnya usia lima belas bagi cowok sudah seharunya mandiri secara ekonomi, tidak selalu bergantung pada uluran tangan orang tua, namun kebanyakan orang tua tidak tega melihat anaknya berkerja kasar dengan upah yang cukup rendah, belum lagi tututan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi SMA dan Kuliah. Pastinya tidak akan mampu seorang diri untuk membiayai itu semua. Tapi lebih miris lagi kalau semua biaya hidup dan biaya pendidikan kita digantungkan pada uluran tangan kantong orang tua dan hal itu mayoritas dilakuakan masyarakat Indonesia. Tidak jauh-jauh penulis sendiri juga demikian. hehe
Dari latar belakang ini penulis pengen sekali mendirikan sekolah blogger interpreaner, sempat digagas bersama kawan irvan hadzuka, dan akan direalisasikan pada bulan agustus tahun 2012 kemarin tapi sayang banyak unsur lain, yang belum mendukung. salah satunya penulis terbentur dengan tugas akhir alias skripsi. Akhirnya sampai sekarang hanya mampu bersarang dipikiran.
Ingin sekali terwujud sebuah ide sederhana ini, agar anak usia SMP sudah mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki karya yang bisa membanggakan orang tua, meski tidak menuntut kemungkinan untuk kalangan diatasnya: SMA, MAHASISWA, Guru Dosen Dsb. Guna membantu perekonomian dan aktualisasi kreatifitas diri.
Sebenaranya masih banya rincian dari konsepsi sekolah ini, namun belum juga tertuang dalam bentuk tulisan modul dan media pembelajaran yang lain juga belum. Apalagi masalah dana ini yang lebih berat.
Sekian dulu tulisanya, kalau ada waktu penulis sambung lagi, kalau ada yang mendukung mari kita kerjakan bersama yang pastinya penulis harapkan bisa menciptakan kemandirian diri dan wadah kreatifitas tanpa batas.
semoga bermanfaat.... Amien..3x
Sekian dulu tulisanya, kalau ada waktu penulis sambung lagi, kalau ada yang mendukung mari kita kerjakan bersama yang pastinya penulis harapkan bisa menciptakan kemandirian diri dan wadah kreatifitas tanpa batas.
semoga bermanfaat.... Amien..3x
Langganan:
Postingan (Atom)