Kamis, 13 Desember 2012

Sejarah Bahagia

Hari telah beranjak mengapai siang
Pada ujung  waktu, bersembunyi di balik kabut hitam
Sang mentari mengurung diri
Meski dia bercahaya tapi bukan untuk Ku

Dalam siang yang penuh bahagia untuk mereka
Berhasil meletakkan diri
Pada titik yang bisa dinikmati
Ini harinya, buka miliku lagi

Sebatas kenangan hari yang menyenangkan
Butiran senyum sejarah yang indah
Inilah mutiara Untuk mereka
Yang berhasil Menikmatinya.....

14 desember 2012

Sukses "Itu "

"Orang bilang banyak cara untuk mencapai kesuksesan", tapi pernahkah kita menayakan pada diri kita sebenarnya dimana letak kesuksesan kita..? Bukankah selama ini kita sudah berusaha untuk mencapai sebuah ukuran yang dinamakan sukses itu sendiri. Dalam arti umum sukses dikatakan difinisiakan, orang yang terkenal, orang yang banyak uang orang yang segala keinginanya bisa diwujudkan. Jika memang demikian mendekati Kuasa Tuhan bisa memwujudkan segalanya. hehe

Kayanya bukan demikia yang dinamakan sukses, sukses adalah sebuah pencapaian, ya sebuah pencapaian diri atas tujuan yang telah kita tentukan sendiri, bukan ukuran orang lain, meski kadang orang lain memandang diri kita tidak sukses atas apa yang telah kita lakukan, tapi jika yang kita lakukan itu merupakan langkah yang telah kita tentukan dalam menggapai tujuan dan tujuan kita tercapi, itu baru yang di namakan sukses. Bisa juga diarti kan sukses dalam arti sederhananya keberhasilan.

Sering kita lupa bahkan salah dalam mengartikan kesuksesan, kesuksesan yang di ukur dari pandangan orang lain yang menilai apa yang telah kita lakukan dan kita hasilkan, padahal orang lain tersebut tidak mengetahui apakah dalam proses mengapai hal tersebut kita mengalami kesulitan, kecenuhan, kegagalan, kesalahan, dan sebagainya. Jadi kesusksesan itu ada di tangan kita masing masing bukan orang lain, orang lain hanya bisa mengasumsikan dan menilai secara cover saja, belum mampu melihat secara mendalam atas apa yang kita lakukan dan kita raih. kecuali jika kita memberikan pemahaman kepadanya dengan meceritakan.

Untuj itu mari kita tentukan tujuan yang ingin kita gapai, waktu, dan langkah-langkah usahanya, agar semua yang kita tentukan bisa tercapai.....
Dalam ukuran kita sendiri, Semoga bahagia yang kita dapati

Langkah Dada

Dalam jurang kehidupan, meski kehendak Tuhan
Meraba apa yang bisa dilakukan...

Mencari muara tujuan
Berlari bersama detik waktu
Melangkah dalam hari-hari
Tiada selesai, Sebelum Nadi terhenti

Terus dan Terus Berlari
Samapai temukan ujung untuk menjadi...???

Sekarang hanya bisa merasakan tanda tanya
Merasakan indah dalam setiap detak dada
Menikmati setiap apa yang memungkiri
Mengaisi sepi dalam sendiri

Meski mengetahui banyak yang menanti diri sampai
Finis perjalanan masih belum kelihatan
Menemukan apa yang telah menjadi tujuan
Berjalan dan terus berjalan....


14 Desember 2012

Hari Yang Sama

Hamparan dan nyanyian bahagia masih jauh di Alam sana....
Langka-langkah hanya bisa menjadi iringan nada tak beraturan..
Tanpa tujuan semua terlaksanakan..
Tanpa hasil bahagia atau kecewa .....
Sama saja dengan kemarin yang hampa...


14 Desember 2012

Blogger Interprener "Terbengkalai"

Pengen Ciptakan Sekolah Blogger Interprener, buat naungin kreativitas dan aktualisasi bakat jurnalistik sekalugus membentuk kemandirian seseorang secara ekonomi. Ide ini berlatar belakang dari keadaan diri yang sampai hari ini belum bisa dikatankan mandiri, karena banyak tuntutan hutang dimana-mana, belum lagi usia sudah hampir tua, waktunya lulus menjadi sarjana. Belum lagi kalua menjadi sarjana pengangguran, atau pekerja dengan gaji murah, lebih miris lagi tidak ingin lah seperti digambarkan oleh iwan fals dalam lagunya "sarjana mudah".

Sebenarnya usia lima belas bagi cowok sudah seharunya mandiri secara ekonomi, tidak selalu bergantung pada uluran tangan orang tua, namun kebanyakan orang tua tidak tega melihat anaknya berkerja kasar dengan upah yang cukup rendah, belum lagi tututan melanjutkan jenjang pendidikan yang lebih tinggi SMA dan Kuliah. Pastinya tidak akan mampu seorang diri untuk membiayai itu semua. Tapi lebih miris lagi kalau semua biaya hidup dan biaya pendidikan kita digantungkan pada uluran tangan kantong orang tua dan hal itu mayoritas dilakuakan masyarakat Indonesia. Tidak jauh-jauh penulis sendiri juga demikian. hehe

Dari latar belakang ini penulis pengen sekali mendirikan sekolah blogger interpreaner, sempat digagas bersama kawan irvan hadzuka, dan akan direalisasikan pada bulan agustus tahun 2012 kemarin tapi sayang banyak unsur lain, yang belum mendukung. salah satunya penulis terbentur dengan tugas akhir alias skripsi. Akhirnya sampai sekarang hanya mampu bersarang dipikiran.

Ingin sekali terwujud sebuah ide sederhana ini, agar anak usia SMP sudah mampu mandiri secara ekonomi dan memiliki karya yang bisa membanggakan orang tua, meski tidak menuntut kemungkinan untuk kalangan diatasnya: SMA, MAHASISWA, Guru Dosen Dsb. Guna membantu perekonomian dan aktualisasi kreatifitas diri.

Sebenaranya masih banya rincian dari konsepsi sekolah ini, namun belum juga tertuang dalam bentuk tulisan modul dan media pembelajaran yang lain juga belum. Apalagi masalah dana ini yang lebih berat.

Sekian dulu tulisanya, kalau ada waktu penulis sambung lagi, kalau ada yang mendukung mari kita kerjakan bersama yang pastinya penulis harapkan bisa menciptakan kemandirian diri dan wadah kreatifitas tanpa batas.

semoga bermanfaat.... Amien..3x

Rabu, 12 Desember 2012

Partisipasi Mahasiswa: PILREK Uin Maliki Malang 2012

Telah menjadi tradisi ketika sebuah jabatan diperebutkan, harus melewati beberapa gesekan untuk para calon yang akan menduduki, kecuali pemilihan ketua Kelas. 

Dalam perebutan jabatan, apalagi rektor sebuah universitas yang sudah cukup besar dan berlebel Negeri, memiliki ribuan mahasiswa, secara tidak langsung pemegang pusat kebijakan akan mendapatkan ungtung yang cukup besar, baik secara finansial atau pun ketenaran dan pengalaman lain.

Sebuah posisi yang sangat penting Rektor, pastinya mengundang banyak kepentingan, baik bersifat individu kelompok atau golongan yang berada dalam citivitas akademik Uin malang. Kepenting para personal birokrasi untuk lebih produktif menaikan jabatan dan Proyek-proyek lain, kepentingan golongan, omek rasis yang masih mempunyai hubungan kekeluargaan dengan para calon, baik HMI, PMII, IMM, KAMMI dsb. kepentingan kelompok yakni, kelompok yang paling besar adalah mahasiswa yang justru dikesampingkan, padahal kita adalah sebagai objek dari kampus. Informasi secara rinci tentang pemilihan rektor kita tertutup rapi. Dengan bahasa lain mahasiswa dibutakan secara politik (kerbau-kerbau yang dicocol hidungnya).

Hal ini salah satunya yang mengundang beberapa aksi mahasiswa untuk diikutsertakan dalam pesta pemilihan rektor tersebut, namun hal itu juga masih cukup kurang kuat, karena secara sistem pelilihan dan kebijakan birokrasi memang sudah diatur sedemikian.  


Foto Para Calon Rektor



Aksi Mahasiswa



Kematian Hak Politik Mahasiswa 

Bagi mahsiswa yang sadar bahwa dirinya memiliki hak politik dalam pemilihan para calon rektor ini melakukan beberapa aksi teaterikal atas pengkebirian kesadaran politik mahasiswa.

Aksi yang dilakukan mahsiswa dengan mengatasnamakan KBMU (keluarga besar mahasiswa UIN Maliki Malang) bertujuan untuk membangun kesadaran politik mahasiswa yang lain yang tidak mengikuti aksi, sekaligus ofos ketaran publik untuk diangkat dalam media.

Namun yang lebih penting dalam aksi mahasiswa ini, yakni: terkait tuntutan mereka yang di tujukan kepada ketua panitia pemilihan rektor tapi secara maksud adalah memastikan hak politik mahasiswa kepada para calon rektor yang akan duduk di kursi selama satu periode jabatan.

Adapun beberapa tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam KBMU, untuk KPU adalah: sosialisasi pemilihan rektor secara menyeluruh, kemudian untuk para calon addalah : Para calon jika terpilih menjadi rektor, maka tidak boleh menaikan uang SPP dan punngutan uang yang lainya, kedua adanya transparasi pendanaan seriap satu tahun harus ada tranpsrasi secara menyeluruh pada warga UIN Malang, ketiga melibatkan mahasiswa dalam setiap kebijakan yang menyengkut dengan kepentingan mahasiswa, keempat; menghilangkan jam malam PKPBA.

Tuntutan yang cukup realistis melihat keadaan mahasiswa UIN Maliki Sekarang, namun sayangnya belum ada kejelasan dan kekuatan yang  kuat dalam tuntutan tersebut, senghingga para birokrasi bisa mengumbar janji agar mahasiswa tidak melakukan tindak anarkis, seperti pada bulan desember tahun lalu sampai kaca rektorat pecah....

Hidup Mahasiswa.....

Selasa, 04 Desember 2012

Hamba dan Harapan

Dalam gelisah pada siapa hati akan berduka...??
Dalam sepi pada siapa mulut akan memaki...??

Dalam Marah pada siapa akan Menghujah...??
Dalam Ambisi Pada siapa akan menghabisi...??

Ketidakterimaan dan  Perlawanan Ini masih terlalu dalam...!!
Kegelisahan ini masih menjadi teman setiap hari..!!

 Kepada siapa kami harus bersandar...
Semua penuh gelisah dan rasa tidak percaya..

Semua dipunih ambisi menguasai, tapa peduli
Semua dalam tangan-tangan serakah...

Diri hanya bermodal hati yang peduli...

berbenah bersama pikiran dan jiwa 
Menapaki jalan keyakinan.. 
Beramasa mencapai tujuan yang ditentukan...!!




by: cairudin                      Petung Sewu 04 Desember 2012