Aku memang terpikat keindahanTubuh masih berselimut ketidak beranian dalam keterikatan
Biar jiwa memendam ketertarikan, namun tubuh selamat dalam kemaksiatanBiarkan ambisi memiliki terhendi, namun hati tetap terjaga dalam suci
Memang cukup indah anugrah yang tercurahMampu memalingkan indah sang pencipta
Tersadar jiwa, keindahanya juga anugrahSegerakan semua untuk tetap melusuri semuaDalam syukur atau salah, semua tanpa rencaraLillah..... KL Malang 11/06/2013
Dalam ambisi yang menggebu, namun diri tak mampuKesempatan terbuka namun keraguan justru menderaKeinginan semakin menggila tubuh justru terhenti begitu sajaBerujung pada gelisah diri yang tak kunjung selesai
Selagi bisa diri hanya terdiam dalam persimpangan kebimbanganMenanti kesempatan, melakukan penuh keyakinan
Itu keharusan, namun hati masih penuh bimbangPikiran tak mampu mengarahkanSekali lagi tubuh ini harus diamMengagumi keindahan dalam ketidakmampuan...!!
KL Malang 11/06/2013
Kebangkitan bukanlah sekedar peringatanKebangkitan adalah segera melakukan Demi sebuah perubahan dan harapanUntuk kehidupan yang berkeadilan dalam kesempurnaan
Kebangkitan bukanlah sekedar teriakan jalananKebangkitan adalah nurani perubahanMembenci semua kemunfikan dalam angku kebijakan dan jabatanMelucuti semua yang bertindak sesuka hati
Kebangkitan bukan sekedara bendera dikibarkan dengan penghormatanKebangkita adalah semangat mewujudkan dengan melakukan pekerjaan penuh kemanfaatanKL Malang 11/06/2013
Ketika hati ini benar-benar merasa gelisahEntah tanpa sebab yang bisa diterka
Benar-benar marah...Setinggi-tingginya marah pada diri sendiri
Tiada tendesi sebagai ukuran dan pegganganTiada tempat untuk benar-benar mencurahkan
Disini, di kota yang rama diri merasa sendiriBerteman kata penghibur jiwa
Curhatan baris, berharap longgarkan asaRentetan kalimat sandaran kegelisahan....
Apa salahku dalam ambisiApa salahku dalam mencari yang tak ku dapatiApa salahku tak mau melakukan ituApa salahku tak bersandar kepada-Mu
Diam....
KL Malang 11/06/2013
Antara yang benar dan salah siapa yang tahu...
Semua ada ukuranya...
Dengan batasan dan simbol apa kaki kan melangkahTabir benar dan salah kan terungkap dengan ukuranya masing-masing
Manusia hanya bisa melihat dalam kasat mataSemua masih dalam rahasia sang kuasa...KL Malang 11/06/2013
Tak mampu melihatnya dalam gundaNamun begitu adanyaNyanyian kecil menghibur muka kusut penghuni kemacetanBukan bahagia yang ia dapatkan, senyum sinis justru menghujam...
Jemari tersadar untuk menysuri rongga kantong kecilMencari-cari koin, sekedar uncapan terimakasihKota Malang (10/06/13)
Petani sebnarnya bukan kaum lemah yang bodoh, meski tiap hari mereka bergelut dengan tanah....Justru mereka tonggak utama negara yang harus di jujungtinggi eksistensinya, bukan malah sebaliknya... ditenggelamkan dalam kebodohan...