Rabu, 12 Desember 2012

Partisipasi Mahasiswa: PILREK Uin Maliki Malang 2012

Telah menjadi tradisi ketika sebuah jabatan diperebutkan, harus melewati beberapa gesekan untuk para calon yang akan menduduki, kecuali pemilihan ketua Kelas. 

Dalam perebutan jabatan, apalagi rektor sebuah universitas yang sudah cukup besar dan berlebel Negeri, memiliki ribuan mahasiswa, secara tidak langsung pemegang pusat kebijakan akan mendapatkan ungtung yang cukup besar, baik secara finansial atau pun ketenaran dan pengalaman lain.

Sebuah posisi yang sangat penting Rektor, pastinya mengundang banyak kepentingan, baik bersifat individu kelompok atau golongan yang berada dalam citivitas akademik Uin malang. Kepenting para personal birokrasi untuk lebih produktif menaikan jabatan dan Proyek-proyek lain, kepentingan golongan, omek rasis yang masih mempunyai hubungan kekeluargaan dengan para calon, baik HMI, PMII, IMM, KAMMI dsb. kepentingan kelompok yakni, kelompok yang paling besar adalah mahasiswa yang justru dikesampingkan, padahal kita adalah sebagai objek dari kampus. Informasi secara rinci tentang pemilihan rektor kita tertutup rapi. Dengan bahasa lain mahasiswa dibutakan secara politik (kerbau-kerbau yang dicocol hidungnya).

Hal ini salah satunya yang mengundang beberapa aksi mahasiswa untuk diikutsertakan dalam pesta pemilihan rektor tersebut, namun hal itu juga masih cukup kurang kuat, karena secara sistem pelilihan dan kebijakan birokrasi memang sudah diatur sedemikian.  


Foto Para Calon Rektor



Aksi Mahasiswa



Kematian Hak Politik Mahasiswa 

Bagi mahsiswa yang sadar bahwa dirinya memiliki hak politik dalam pemilihan para calon rektor ini melakukan beberapa aksi teaterikal atas pengkebirian kesadaran politik mahasiswa.

Aksi yang dilakukan mahsiswa dengan mengatasnamakan KBMU (keluarga besar mahasiswa UIN Maliki Malang) bertujuan untuk membangun kesadaran politik mahasiswa yang lain yang tidak mengikuti aksi, sekaligus ofos ketaran publik untuk diangkat dalam media.

Namun yang lebih penting dalam aksi mahasiswa ini, yakni: terkait tuntutan mereka yang di tujukan kepada ketua panitia pemilihan rektor tapi secara maksud adalah memastikan hak politik mahasiswa kepada para calon rektor yang akan duduk di kursi selama satu periode jabatan.

Adapun beberapa tuntutan mahasiswa yang tergabung dalam KBMU, untuk KPU adalah: sosialisasi pemilihan rektor secara menyeluruh, kemudian untuk para calon addalah : Para calon jika terpilih menjadi rektor, maka tidak boleh menaikan uang SPP dan punngutan uang yang lainya, kedua adanya transparasi pendanaan seriap satu tahun harus ada tranpsrasi secara menyeluruh pada warga UIN Malang, ketiga melibatkan mahasiswa dalam setiap kebijakan yang menyengkut dengan kepentingan mahasiswa, keempat; menghilangkan jam malam PKPBA.

Tuntutan yang cukup realistis melihat keadaan mahasiswa UIN Maliki Sekarang, namun sayangnya belum ada kejelasan dan kekuatan yang  kuat dalam tuntutan tersebut, senghingga para birokrasi bisa mengumbar janji agar mahasiswa tidak melakukan tindak anarkis, seperti pada bulan desember tahun lalu sampai kaca rektorat pecah....

Hidup Mahasiswa.....

Selasa, 04 Desember 2012

Hamba dan Harapan

Dalam gelisah pada siapa hati akan berduka...??
Dalam sepi pada siapa mulut akan memaki...??

Dalam Marah pada siapa akan Menghujah...??
Dalam Ambisi Pada siapa akan menghabisi...??

Ketidakterimaan dan  Perlawanan Ini masih terlalu dalam...!!
Kegelisahan ini masih menjadi teman setiap hari..!!

 Kepada siapa kami harus bersandar...
Semua penuh gelisah dan rasa tidak percaya..

Semua dipunih ambisi menguasai, tapa peduli
Semua dalam tangan-tangan serakah...

Diri hanya bermodal hati yang peduli...

berbenah bersama pikiran dan jiwa 
Menapaki jalan keyakinan.. 
Beramasa mencapai tujuan yang ditentukan...!!




by: cairudin                      Petung Sewu 04 Desember 2012

Minggu, 04 November 2012

Pasar Tradisional

Saat fajar telah menyambut
Saat ratusan kepala menyambut 
Ditempat yang sama, muara uang dan barang 
Pasar tradisional, jutaan perut bergantung untuk terpenuhi

Sayur-sayur segar tersaji rapi, pemandangan pagi melegakan hati
Pedanggan dan pembeli bercengkrama untuk negosiasi
Kekeluargaan tak hanya selesai untuk hari ini
Sama terpenuhi, sama untung, dalam senyum bahagia  terlaksana kerjasama

Berbagai jenis hasil bumi dijajankan 
Memenuhi kebutuhan manusia tiada henti
Untuk mereka "pedagang" mengaisi rizki
Demi keberlangsungan kehidupan sementara

Begitu ramai dan bahagia, senyum sapa
Berbagi tawa tanpa kecewa
Tak berfikir untuk bisa kaya yang penting cukup untuk semua keluarga, kebutuhan penghidupan layak pastinya

Semoga tetap bertahan hingga akhir zaman
Kesegaran telah bertarung melawan kemasan
Harga murah melawan tipuan kemasan yang indah
Beriklan dalam indah fatamorgana
Keuntungan untuk perseorangan bermuara

Disana masih Aku temui hidangan murah
Darinya senyum sapa sesama, teriakan-terikan kecil mengambil bagian semangat 
Semangat mempertahankan kebersamaan dan kekeluargaan yang termakan oleh Zaman

malang 05 November 2012

Sabtu, 03 November 2012

Tetangga, Penarik Sampah

Wajah-wajah yang semangat menyambut pagi
Bersama gerobak sampah mengaisi secuil rizeki
Demi sang istri dan tiga anak bisa makan
Lekung pundak setiap pagi disandari besi
Melangkah bersama waktu, sang besi hancur sendiri

Nasib tetap sama, penarik sampah

Dini pagi, saat fajar menyambut, mengintip keberangkatanmu
Keluargamu masih tertidur pulas
Tanpa ragu melangkah, mengumpulkan sampah pada setiap langkah
Kadang engkau temukan sedikit harga, menghibur hati, tambahan rizki "barang ronsok yang laku dijual"

Sedikit-sedikit ditimbun depan rumah, meski berupa sampah
Itu cukup berharga, pada saatnya menjadi tambahan belanja

Tak mampu menyalahkan pada kenyataan, diri hanya bisa berikan ungkapan simpati
Kebuntuhan, apa yang akan bisa terkerjakan dalam meringankan
Hanya sapa tiada arti yang bisa ku beri

04 november 2012

Berganti Malam

Malam telah berlari bersama waktu, Menginjak pagi yang sunyi
Tak mampu diri dalam peristirahatan, untuk terus bertahan
Haruskah ku serukan untuk melawan
Tubuh terlalu lemah untuk berperang
Semangat memang terus menghujam


Penipu Baru

Penipuan tanpa dirasakan, mematikan semangat untuk melawan
Dalam gelisah mengaisi cahaya untuk terus berusaha
Mencapai titik kemenagan, terus dan terus dipertanyakan
Mungkinkah menjadi langkah untuk terus melangkah
Menuntut Pribadi menuju dewasa

Bagi yang tak mampu merekam penghisapan
Ikut ambil bagian menjadi generasi baru penipuan
Berjalan bersama waktu, katanya " caraku bertahan"
Demi kehidupan dan kebelangsungan melewati waktu

03 november 2012

Jumat, 02 November 2012

Ambisi, Gelisah

Sang gelisah terus bermain riang di kepala
Meminta Ambisi dan keinginan hati tercapai
Menuntut sendi-sendit untuk terus berlari
Selesaikan tugas, ambisi yang belum tergapai

Gelisah terus mendera pada setiap senyuman
Bertumpuk menjadi gunung permasalahan
Tiada mampu lagi kaki suci hati mewarnai
Menyejukan untuk mendamaikan